Arsitektur Deployment AWS
Arsitektur yang digunakan terdiri dari React frontend di S3 + CloudFront, Node.js backend di EC2, PostgreSQL di RDS, dan S3 untuk penyimpanan file. Infrastruktur ditempatkan dalam VPC dengan pemisahan subnet untuk meningkatkan keamanan.
Langkah 1: Setup VPC
Buat VPC dengan public dan private subnet di minimal dua Availability Zone. EC2 dan RDS ditempatkan di private subnet, sedangkan Load Balancer berada di public subnet.
Struktur ini membantu membatasi akses langsung ke server dan database dari internet.
Langkah 2: Konfigurasi RDS PostgreSQL
Buat instance PostgreSQL di private subnet group. Untuk production, aktifkan Multi-AZ agar database memiliki mekanisme failover.
Credential database sebaiknya dikelola menggunakan AWS Secrets Manager daripada menyimpannya langsung di source code atau konfigurasi yang mudah terekspos.
Langkah 3: EC2 dan Application Load Balancer
Gunakan Launch Template untuk menentukan konfigurasi instance dan proses instalasi aplikasi. Instance kemudian dikelola melalui Auto Scaling Group agar kapasitas dapat menyesuaikan kebutuhan traffic.
Tambahkan Application Load Balancer (ALB) untuk menerima request dari pengguna dan meneruskannya ke instance backend yang tersedia.
Langkah 4: S3 dan CloudFront
Build aplikasi React kemudian upload hasil build ke S3. Gunakan CloudFront sebagai CDN agar file frontend dapat disajikan melalui edge location dengan performa yang lebih baik.
Konfigurasikan custom error response untuk mendukung SPA routing dan gunakan AWS Certificate Manager (ACM) untuk HTTPS.
Langkah 5: CI/CD dengan GitHub Actions
Automasi deployment dapat dibuat menggunakan GitHub Actions.
Untuk frontend, pipeline dapat melakukan build React, upload file ke S3, kemudian melakukan CloudFront cache invalidation.
Untuk backend, Docker image dapat dikirim ke Amazon ECR dan deployment diperbarui melalui instance refresh pada Auto Scaling Group.
Keamanan dan Monitoring
Selain deployment, keamanan dan monitoring perlu diperhatikan sejak awal. Gunakan Security Group untuk membatasi akses antar resource, IAM untuk mengatur permission, serta CloudWatch untuk memantau performa server dan aplikasi.
Pastikan juga melakukan backup database secara berkala dan mengaktifkan logging agar masalah dapat ditelusuri dengan lebih mudah.
Kesimpulan
Deployment AWS yang terstruktur membantu aplikasi menjadi lebih aman, scalable, dan mudah dikelola. Kombinasi EC2, RDS, S3, CloudFront, dan CI/CD dapat menjadi fondasi yang kuat untuk aplikasi production.